Showing posts with label cooking tips. Show all posts
Showing posts with label cooking tips. Show all posts

Saturday, May 10, 2014

Tips

Tips Membekukan Makanan


Agar makanan beku tetap terjaga kualitasnya, bekukan dengan cara yang benar.

Ikan seafood:
Buang sisik dan insangnya, cuci. Bekukan dengan direndam air, agar ikan/seafood terbalut bongkahan es.

Kaldu:
Bekukan dalam cetakan es. Setelah beku, masukkan dalam kantung plastik. Ambil sesuai kebutuhan.

Buah:
Umumnya dapat dibekukan mentah, terutama jenis beri (stroberi, blueberry, cranberry) dan buah lokal yang sudah dikupas, seperti rambutan, lengkeng, leci, nanas, pepaya. Pilih yang matang dan bagus kualitasnya.

Cuci bersih sebelum dibekukan. Rasa buah akan tetap stabil tetapi teksturnya lembek. Lebih baik dibekukan dalam bentuk pure/jus. Untuk buah yang berubah warna, misalnya potongan apel/pir, beri air jeruk lemon atau kukus dulu.

Cake hias/lapis frosting:
Bekukan dalam keadaan terbuka. Setelah keras, bungkus dengan kertas aluminium/ plastik.

Daging masak:
Sebaiknya dibekukan utuh.

Makanan masak:
Setelah makanan dingin, bisa langsung dibekukan.

Makanan kecil (siomai, otak-otak):
Bekukan di atas loyang/nampan. Jangan ditumpuk, atur rapi. Setelah beku, simpan di dalam kotak/kantung plastik. Ambil sesuai kebutuhan.

Sayuran:
Kebanyakan harus diblansir dulu. Celup sayuran sebentar dalam air mendidih, angkat, lalu segera rendam dalam air es sampai dingin. Tiriskan, keringkan, bungkus, lain bekukan. Tetapi ada pengecualian, yaitu:
- Bit, rebus dulu sampai masak dan empuk.
- Kentang, ubi jalar, labu kuning, kukus, lain hancurkan/dibuat pure.
- Jamur, ditumis, utuh maupun potongan.
- Paprika, cuci bersih, potong-potong, keringkan, lain dibekukan.
- Bawang bombai, potong-potong, lain bekukan.

Label dan Selotip

Gunakan selotip yang lebar untuk "mengunci" wadah/kemasan makanan agar wadah makanan tertutup rapat. Selotip biasa akan lepas jika terkena air. Jangan lupa tempelkan label yang berisi catatan jenis makanan/bahan makanan dan tanggal penyimpanan, agar Anda tidak bingung karena semua makanan kelihatannya sama.

Tulis dengan pensil atau krayon. Jangan gunakan pulpen atau spidol karena akan hilang. Untuk memudahkan Anda, sediakan selalu kertas label, alat tulis, selotip, dan gunting kecil di dapur.

Tips

[caption id="attachment_797" align="alignnone" width="300"]frozen-food frozen-food[/caption]

Cara Tepat Membekukan Makanan


Saat ini, freezer bukan barang asing. Hampir semua rumah tangga modern memiliki lemari es yang dilengkapi freezer. Sayangnya, freezer biasanya hanya dipakai untuk membuat es batu atau menyimpan es krim. Jarang yang memanfaatkannya untuk menyimpan makanan. Padahal, untuk saat-saat tertentu ketika makanan melimpah, seperti Hari Raya Idul Fitri atau Natal, freezer akan sangat membantu. Makanan yang disimpan dalam freezer, kualitasnya bisa bertahan cukup lama. Sambal goreng buncis, misalnya, harus dipanaskan bila disimpan di luar sehingga sayuran akan menjadi lembek. Bila dibekukan, dapat tahan selama satu bulan dan buncis tetap kenyal.

Hampir semua makanan dapat dibekukan, sehingga tidak mubazir. Di antaranya roti, kroket, kue-kue seperti dodol, wajik. lapis legit, black forest cake, maupun bahan makanan seperti kacang tanah, keju yang kering dan keras (parmesan), krim. Namun ada juga yang tidak dapat dibekukan, misalnya telur, mayones, yogurt, susu segar. Makanan yang dibekukan keruisakan gizinya kecil sekali dibandingkan jika disimpan pada suhu ruang, kecuali jika makanan tersebut tidak bersih. Jika makanan dibersihkan dengan benar, jumlah mikroba akan berkurang sehingga kemungkinan pencemaran menjadi lebih kecil. Pembekuan makanan memang dapat menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk. tapi tidak sampai mematikannya. Meski lambat, proses kerusakan makanan tetap berlangsung. Agar kualitasnya tetap terjaga, perlu diketahui cara-cara penanganan makanan dan pemakaian freezer yang benar.

Prinsip-prinsip Pembekuan

Ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan agar makanan beku tetap terjaga kualitasnya.

Lemari es:
Pintu freezer paling baik jika terpisah dari pintu lemari es, sehingga tidak sering dibuka. Semakin jarang dibuka, semakin bagus kualitas makanan yang dibekukan.

Suhu:
Makanan harus dibekukan secepat mungkin di bawah suhu 0°C. Pembekuan yang berlangsung cepat akan mengurangi pembentukan kristal es di antara serat makanan yang dapat merusak struktur makanan. Dengan demikian, kualitas makanan akan tetap terjaga. Lemari es yang besar ada yang mempunyai tempat khusus untuk pembekuan cepat (quick freezing).

Listrik mati:
Jika listrik mati, freezer yang diisi penuh bisa tetap dingin selama 1 atau 2 hari. Tetapi freezer yang berisi setengah penuh, hanya tahan dingin sebentar. Biarkan pintu freezer tetap tertutup. Apabila listrik mati dalam jangka waktu lama (1-2 hari), sediakan es kering (dry ice) yang dimasukkan ke dalam kotak karton, lain masukkan ke dalam freezer. Hati-hati jika Anda perlu memegang dry ice, gunakanlah sarung tangan.

Melelehkan lapisan es dalam freezer:
Untuk lemari es yang tidak dapat melelehkan lapisan es secara otomatis, Anda harus melelehkannya jika tebal es ± 2 cm. Pindahkan makanan beku ke dalam lemari es atau bungkus dengan kertas koran/selimut tebal agar lebih lama beku. Agar lapisan es cepat meleleh, masukkan panci yan berisi air panas ke dalam freezer. Selain melelehkan es secara rutin, lemari es dan freezer Anda sebaiknya dibersihkan setahun sekali. Gunakan lap yang dibasahi dengan campuran air dan soda kue. Untuk 1.000 ml air hangat, gunakan 4 sdm soda kue.

Bau yang mengganggu:
Jika tercium bau yang mengganggu karena kebocoran bungkusan atau sebab lain, letakkan sepotong arang yang sudah dicuci bersih di dalam lemari es. Arang ini berfungsi menyerap bau.

Membungkus:
Kalau Anda akan membekukan makanan dalam jumlah banyak, pisahkan dalam beberapa bungkus yang cukup untuk sekali pakai, agar makanan tidak cepat busuk. Bungkusan yang sering dibuka akan merangsang pertumbuhan bakteri. Selain itu, bungkusan sebaiknya kedap udara, semakin sedikit udara semakin baik. Makanan yang terkena udara cita rasanya akan rusak, kelembapan berkurang dan warnanya pun berubah. Atau permukaan makanan akan mengering dan keras. Paling baik gunakan kertas aluminium atau plastik lengket. Apabila makanan yang dibekukan berupa cairan, beri ruang untuk mengembang, sisakan 1 cm.